7 Cara Agar Siswa Mempunyai Mindset Positif tentang Belajar

Dibaca : 372
0 0
Read Time:5 Minute, 36 Second

Dalam menjalani rutinitas di setiap harinya, kerap kali kita akan menemukan kendala yang dapat menghambat produktivitas kita. Sebagai peserta didik, kegiatan belajar di sekolah maupun di rumah adalah salah satu rutinitas yang wajib untuk dilakukan. Akan tetapi, walaupun belajar sudah menjadi rutinitas yang harus dilakukan setiap siswa, ada kalanya mereka akan merasa jenuh dan berakhir malas. Penyebab utama dari rasa malas tersebut yaitu dikarenakan mindset negatif yang telah berhasil mengendalikan pemikiran siswa. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kita akan membahas dan memberikan beberapa cara yang dapat membangun mindset positif bagi siswa dalam belajar.

Beberapa orang beranggapan bahwa mengubah pola pikir atau mindset itu begitu sulit. Ya. Walaupun mengubah mindset itu sulit, tetapi bukan berarti tidak bisa diubah. Namun, bagaimana caranya?

Sebagai seorang siswa, mahasiswa, ataupun seorang pekerja, ada baiknya kita memiliki mindset yang bertumbuh atau biasa disebut dengan growth mindset.

Apa yang dimaksud dengan Growth Mindset?
Growth mindset merupakan suatu pandangan individu terhadap dirinya, lingkungannya dan bagaimana cara pandang mereka tentang dunia. Dengan growth mindset ini siswa akan lebih mudah dalam beradaptasi terhadap situasi dan kondisi yang sedang dihadapi, seperti menghadapi perkembangan dunia pendidikan, teknologi dan komunikasi yang akan semakin bertumbuh dan bisa berubah di masa depan. Selain itu, seseorang yang memiliki growth mindset memiliki potensi di dalam dirinya dalam memberikan dan menciptakan kesempatan diri untuk bisa bertumbuh secara lebih optimal yang sesuai dengan tujuan hidupnya.

Selain growth mindset, ada pula fixed mindset. Fixed mindset merupakan pola pikir yang dapat meyakini seseorang terhadap kualitas diri yang mereka miliki, seperti intelegensi atau bakat yang bersifat menetap. Seseorang yang memiliki fixed mindset memiliki kemampuan yang dipengaruhi oleh faktor genetis atau kemampuan bawaan. Selain itu, seseorang yang memiliki fixed mindset begitu menghargai hasil akhir yang bagus. Sedangkan seseorang yang memiliki growth mindset memiliki pola pikir yang meyakini bahwa keterampilan, kemampuan, dan keahlian yang mereka miliki bisa tumbuh dan berkembang karena proses yang mereka jalani.

Aspek Apa Saja yang Dapat Membentuk Growth Mindset?
Perkembangan pada masa anak-anak serta cara mengasuh orangtua dan guru dalam memberikan apresiasi kepada setiap peserta didiknya dalam menjalani proses kegiatan belajar mengajar di kelas dapat membentuk growth mindset anak. Salah satu contoh keadaan yang bisa dijadikan pelajaran oleh orangtua atau para guru yaitu misalnya dalam menghadapi suatu permasalahan. Sebagai contoh, ketika anak Anda menghadapi permasalahan yang sulit dan mereka kesulitan dalam menemukan solusi, maka sebagai guru ataupun orangtua Anda bisa menyikapinya dengan memberikan tanggapan, “Oke, masalah itu memang sulit untuk diselesaikan. Itu bukanlah masalah yang besar. Kita bisa menghadapinya bersama.” Dengan memberikan mindset yang positif, anak bisa lebih bisa percaya diri terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan masalah.

Apakah Penting Bagi Siswa untuk Memiliki Growth Mindset?
Tentu saja jawabannya sangat penting. Untuk menghadapi dunia pendidikan yang semakin sulit untuk dihadapi, begitu penting bagi siswa sedari dini untuk memiliki growth mindset. Selain bermanfaat untuk proses belajar yang semakin sulit dan daya saing yang tinggi, growth mindset juga akan sangat bermanfaat untuk semua peserta didik ketika sudah masuk ke jenjang perguruan tinggi hingga sudah di tahap bekerja. Ada banyak sekali tantangan yang akan mereka hadapi sehingga jika mereka tidak memiliki mindset yang bisa bertumbuh, maka kemungkinan besar mereka akan mudah menyerah dan hasil yang akan didapat pun cenderung rendah. Selain itu, mereka akan lebih mudah mengalami stres karena merasa cemas, khawatir dengan setiap masalah yang muncul, dan merasa tidak bahagia karena tidak bisa memberikan hasil yang maksimal. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa seseorang yang memiliki fixed mindset cenderung akan memiliki pemikiran yang lebih mudah menyerah sebelum mencoba, dibandingkan dengan seseorang yang memiliki growth mindset yang memilih untuk bekerja keras dalam mencapai tujuan walaupun mereka tahu bahwa jalan yang akan mereka lalui sulit.

7 Cara Agar Siswa Mempunyai Mindset Positif tentang Belajar
Adapun beberapa cara yang dapat membangun mindset positif bagi siswa dalam belajar yang bisa dijadikan referensi Anda ketika mengajar. Berikut penjelasannya.

  1. Menyeimbangkan Pikiran
    Untuk mengembangkan dan membangun mindset yang positif, siswa terlebih dahulu harus mengenal siapa dirinya, apa kemampuan yang mereka miliki, dan apa tujuannya. Selain itu, ada baiknya siswa juga mengenal bagaimana cara berpikir mereka selama proses belajar sedang berlangsung. Dengan mengetahui hal-hal tersebut, kinerja otak kanan dan otak kiri yang dimiliki siswa bisa berfungsi dengan baik.
  2. Mengendalikan Emosi
    Selain dapat menyeimbangkan pikiran yang dimiliki siswa, mereka juga harus mampu mengendalikan emosi yang mereka punya, terutama pada pikiran negatif. Seperti yang kita ketahui bahwa emosi memiliki banyak jenisnya, seperti bahagia, sedih, tersentuh, dan bahkan marah. Emosi negatif cenderung dapat membuat keseimbangan otak dengan perasaan menjadi tidak sepadan, sehingga kemampuan siswa dalam memecahkan suatu permasalahan ketika sedang belajar menurun.
  3. Memiliki Sikap Percaya Diri
    Mindset yang positif berasal dari rasa percaya diri yang dimiliki setiap individu. Oleh karena itu, sangat penting untuk setiap siswa memulai proses belajarnya dengan rasa percaya diri yang tinggi. Hal ini dikarenakan, sikap percaya diri tersebut dapat mengembangkan potensi yang dimiliki siswa, serta menjadi sumber kekuatan mereka ketika sedang merasa kesulitan dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
  4. Berteman dengan Orang-Orang yang Memiliki Pemikiran yang Positif
    Lingkungan dan ruang lingkup pertemanan seseorang dapat memengaruhi cara berpikir individu tersebut. Apabila Anda ingin membentuk pola pikir yang positif, maka orang-orang yang terdapat di sekitar Anda harus memiliki cara berpikir yang sama. Namun, dengan menerapkan pola seperti ini orang-orang cenderung akan berpikir bahwa kamu adalah orang yang sombong dan pemilih. Walaupun terdengar mengesalkan, itu tidak akan menjadi masalah yang besar selama memberikan dampak yang positif bagi Anda.
  5. Mengubah Kebiasaan
    Hal lain yang bisa dilakukan yaitu dengan mengubah kebiasaan buruk. Misalnya dalam hal ini siswa memiliki jam belajar yang cenderung begitu fleksibel. Dengan waktu yang fleksibel dan tidak tentu tersebut, mereka menjadi malas dan kerap kali senang mengundur waktu belajar. Oleh karena itu, siswa bisa memulainya dengan membuat schedule untuk jam belajar atau membuat to do list harian mereka di setiap hari. Selain dapat membangun mindset yang positif, siswa akan menjadi lebih produktif.
  6. Mau Menerima Kesalahan
    Setiap orang yang belajar tentu saja pernah salah dan gagal. Salah dan gagal adalah jalan hidup yang pasti akan dialami setiap orang. Oleh karena itu, siswa harus belajar untuk menerima kesalahan atau kegagalan dari yang mereka alami ketika sedang belajar. Itu bukanlah masalah besar. Hal ini dikarenakan siswa bisa belajar dari kesalahan sebelumnya.
  7. Keluar dari Zona Nyaman. Cara lain yang bisa dilakukan yaitu dengan keluar dari zona nyaman. Seseorang kerap kali akan merasa jenuh dengan zona nyaman yang mereka punya, termasuk dalam gaya belajar. Oleh karena itu, untuk membuat mindset siswa agar tetap positif atau ingin membangunnya menjadi mindset yang positif, sebagai seorang guru Anda bisa mengenalkan beberapa gaya belajar asyik yang mana dapat diterapkan siswa di rumah. Mengubah pola pikir menjadi lebih positif memang bukan perkara mudah. Anda membutuhkan banyak waktu untuk bisa memberikan hasil yang maksimal. Demikianlah penjelasan mengenai mindset positif dan beberapa cara yang dapat membangun mindset positif bagi siswa dalam belajar. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Mungkin Anda Menyukai